Entah kenapa berbicara tentang takdir adalah hal yang sangat menyenangkan buat saya. Seperti ada suatu magnet super kuat yang terus menarik perhatian saya sejak masa remaja untuk mencari dan mencari jawaban atas salah satu misteri terbesar alam raya ini.
Bagi beberapa orang mungkin membicarakan takdir (destiny) adalah hal yang masih dianggap "tabu". Kenapa? karena bagi mereka mempertanyakan takdir adalah hal yang "berbahaya". Padahal bagi saya selama tidak "menyalahkan" takdir, menjadikan dia kambing hitam atas nasib buruk yang dialami manusia, menyelidikinya adalah hal yang cukup menyenangkan. How come? here goes the answer..
Pernahkah anda bertanya pada diri sendiri ketika baru bangun pagi (start dari titik sederhana ini dulu) kira-kira kenapa Anda bisa bangun jam 6 misal, sementara beberapa orang lain ada yang bangun jam 4, jam 5, atau bahkan jam 10? Apakah ini takdir saya untuk bangun tidur jam 6 pagi? Untuk mengetahui jawabannya, lakukan analisa sederhana berikut ini:
- Ambil secarik kertas, pulpen/pensil dan tulis angka 6 yang cukup besar.
- Tulis sebuah tanda tanya disebelahnya dan tarik satu gari ke bawah yang berujung pada kata/kalimat "sebab" kenapa Anda terbangun jam 6 pagi.
- Kata/kalimat itu nanti akan berupa: alarm, dibangunkan, bangun sendiri, panggilan telepon, bunyi sms, notifikasi BBM dll.
- Dari penyebab tersebut tarik dua garis terpecah yg bertuliskan "takdir" dan "bukan takdir".
- Ketika memutuskan garis mana yang menurut Anda benar, pikirkan hal ini: siapa yang menjadikan penyebab Anda bangun itu existed dan bisa membangunkan tidur Anda?
Saya ambil contoh misalkan alarm Anda anggap sebagai "penyebab yang bukan takdir" karena ini adalah campur tangan Anda yang men-set up jam 6 alarm akan berbunyi. Pikirkan hal ini: siapakah yang menjadikan hukum bunyi berlaku di bumi? siapa yang menjadikan Anda mampu membeli weker dan battre yang menyebabkan alarm Anda berbunyi? Siapakah yang menjadikan otak Anda bisa berpikir rasional sehingga bisa mengenal dan memahami kombinasi angka 0 sampai dengan 9 di weker Anda? maka jawaban Anda pasti akan tertuju ke Tuhan.
Eits, tunggu dulu..
Apakah kalau ini adalah takdir Tuhan bisakah Anda menentangnya? dengan tidur lagi setelah weker jam 6 selesai berbunyi. Tentu bisa!
Pilihan ada di tangan Anda, tapi...
Yakinkah anda bisa tidur lagi? kalau pun bisa apakah hukum mata mengantuk adalah kendali Anda? apa yang bisa Anda lakukan ketika tertidur lagi selain ketidaksadaran? bisakah dalam keadaan tertidur sesi dua tersebut anda memutuskan akan bangun jam berapa? siapa yang menjadikan Anda tidak bisa 100% mengendalikan lingkungan sadar dari alam bawah sadar (sleep state) Anda?
Jawabannya lagi-lagi adalah Tuhan.
Dari contoh kecil di atas kita dapat melihat bahwa segala sesuatu yang terjadi di dalam hidup adalah suatu ketetapan yang sudah digariskan sebelumnya. Ada sesuatu yang benar-benar di luar kendali kita (baca: takdir), tapi di antaranya juga terdapat "kekuatan" personal untuk memutuskan "takdir" mana yang akan kita pilih. Intinya kita punya pilihan untuk bergerak dari satu takdir ke takdir lain, tetapi..suatu akhir dari pilihan A (misal keputusan Anda untuk melanjutkan tidur setelah jam 6) adalah awal dari suatu sebab Anda akan menggunakan kekuatan untuk memulai pilihan E (konsekuensi dari takdir B (bangun kesiangan), dan C (terlambat datang bekerja). Pilihan E adalah kondisi anda memutuskan untuk mulai mencari pekerjaan baru atau berwirausaha setelah takdir D (Anda dipecat karena terlambat datang untuk sebuah deal meeting bernilai ratusan milyard)).
Pertanyaan terakhir: bisakah saya bangun siang tetapi tetap tidak terlambat bekerja? bisa! kalau Anda memang tidak pernah bekerja dimana-mana. Lalu, apakah orang yang tidak bekerja akan hidup sengsara? bisa iya bisa tidak. Tuhan telah menakdirkan pikiran untuk 100% bebas menentukan pilihan mood dari the unemployed, happy atau unhappy. Toh banyak juga orang yang stress malah karena pekerjaan mereka. See? Takdir dan pilihan adalah dua hal yang saling berkaitan. Tapi yakinlah bahwa Tuhan tidak pernah bermain dadu atas takdir-takdir dari pilihan manusia. Silahkan diurai sedetil mungkin maka akan Anda menemukan bahwa: there is no coincidence! Everything happens for a reason.
#termasuk pilihan saya antara menulis atau tidak menulis blog ini tonight, dan takdir apa yang datang setelahnya?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar