Selasa, Maret 24, 2009

Recess Period For Your Bussy Mind

This is my first time to write down my post without a draft/concept. Let me try..

Delapan hari menjalani masa recess dari rutinitas pekerjaan sehari-hari lumayan berkesan bagi saya. Setidaknya pikiran tidak lagi terjejali ( untuk sementara waktu ) dengan beragam hitungan angka, kertas-kertas, dan sistem yang mau tidak mau akan membuat kita merasa menjadi seperti "robot" dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore. Tapi itulah hidup, kalau kita masih butuh uang, maka kita wajib kerja. Sudah seperti hukum alam saja. Tapi begitulah resiko hidup di jaman modern ini. Semua kebutuhan "diukur" dan "dinilai" dari kertas dan logam yang memiliki ragam gambar dan bentuk tertentu dan berlaku di mana-mana yang kita sebut UANG. Beruntungkah manusia purba yang tidak mengenal uang? Karena mereka tidak pernah berurusan dengan "sumber dari segala sumber masalah" di dunia ini? Nanti kita tanyakan bersama pada rumput yang bergoyang.

Back to my recess period.
Delapan hari adalah rentang waktu yang tidak pendek bagi kita yang bekerja dari Senin ke Jum'at atau bahkan yang bekerja dari hari Senin ketemu Minggu atau istilahnya 'eight days a week' seperti lagunya The Beatles. Maka dari itu delapan hari tersebut saya usahakan benar-benar untuk sejenak melupakan beban pekerjaan yang menggelayuti kita setiap harinya. Saya mulai dengan tidur malam dan bangun siang (maksud saya melek mpe Subuh dan tidur lagi setelah sarapan pagi). Sungguh suatu hal simpel yang menyenangkan. Betapa tidak?saya yang biasanya ngantuk di kantor pada jam-jam 10an akhirnya bisa melampiaskannya dengan leluasa. Saya bisa tidur with a smile on my face karena membayangkan teman-teman yang sedang melawan hasrat kantuk dengan terpaksa meminum kopi pahit karena kewajiban bekerjanya. Waah,puas sekali saya. What a life! Anda harus mencobanya.

Yang ke dua adalah, menikmati perjalanan jauh. Cuti memberikan saya waktu untuk memenuhi salah satu 'kebutuhan psikis' seorang pria sejati,yaitu menemukan jati diri dengan melakukan perjalanan jauh sendirian dan bertemu dengan orang-orang yang tidak dikenalnya sepanjang perjalanan. Hal ini penting dalam me-review sudut pandang kita dan me-refresh pikiran dari dampak gaya hidup di kota besar yang kata banyak orang bisa membuat orang stress. Ada hal-hal baru yang selalu saya temukan dari sejenak menjadi seorang 'lone adventurer'. Lain hari akan saya ceritakan kepada Anda. Yang jelas, teori saya tidak asal-asalan mengenai 'lone adventure' ini, Anda bisa membaca bukunya Richard Carlson yang berjudul "Don't Sweat Small Stuff For Men". And trust me,it works!

Terakhir dan yang terpenting adalah saya bisa mengunjungi saudara-saudara dan teman-teman lama untuk sekedar berbagi cerita. Surprise, saya selalu mendapatkan lebih, yaitu support batiniah yang priceless dari pertemuan saya dengan orang-orang itu. Seperti saat saya menceritakan kemalangan yang saya dapatkan, mereka selalu menghibur dengan sangat baik. Sangat membantu saya untuk selalu bangkit dari keterpurukan. Friends in need are friends indeed, friends with tears are better.

Jadi, dari waktu-waktu kita terbebas dari rutinitas itu kita bisa memperoleh kualitas kehidupan yang lebih baik, sebagai bekal kita untuk sebelas bulan pertempuran selanjutnya. Kesimpulannya: CUTI ITU PENTING, JENDERAL! Saran saya,kalau Anda ingin merasakan cuti yang bermanfaat lebih lakukanlah perjalanan jauh dan temui keluarga. saudara dan teman jauh Anda. Kalau tidak punya, dekatilah saya, siapa tau kita bisa jadi keluarga. Saya 'jadian' dengan kakak atau adik perempuan Anda bagi yang laki-laki. Atau,bagi Anda yang perempuan bisa menjadi 'calon' saya dan berkesempatan punya banyak saudara di luar kota,hee... Mulai sekarang jadwal ulang 'kalender kerja' Anda. Prioritaskan cuti. Istirahatkan pikiran sibuk Anda. Semangat!

Jumat, Maret 13, 2009

C'est la Vie !

“One of our captains has left the ship !! What should we do..what should we do? “, today we’ve been faced such a big lost, but what should we feel actually?

Hidup menawarkan jutaan kemungkinan, ribuan kesempatan dan keadaan yang selalu berubah. Tak ada yang abadi kecuali perubahan itu sendiri kata pepatah. Salah satu reaksi yang disebut perasaan kaget pasti akan selalu muncul ketika suatu perubahan telah atau sedang terjadi terhadap hidup kita dengan segala hal yang terkait di dalamnya – itu hal yang wajar. Yang tak wajar adalah sikap berlebihan yang bisa membuat kita terlena, padahal saya yakin bukan itu reaksi yang diharapkan oleh orang yang membuat suatu perubahan yang efek kejutnya cukup mempengaruhi sebagian hidup kita.

Kita ambil contoh.

Kalau Anda menonton suatu konser musik (group band Indonesia, katakanlah Padi dan Nidji), which one did you prefer much to see? Fadli yang kalo nyanyi anteng kayak patung atau Giring yang hyper-aktiv mirip pemain pantonim yang kesurupan?

Saya yakin akan lebih banyak yang memilih Giring Nidji? Kenapa? Karena dia jauh lebih dinamis daripada Fadli Padi yang statis. Itu lebih menarik untuk ditonton. Begitulah hidup, kalau hidup Anda ajeg/statis/gak banyak hal terjadi/gitu-gitu aja, pasti Anda akan merasakan kebosanan yang luar biasa. Percaya saya ( tapi jangan sampai menjadi musyrik ). Sebaliknya, Anda akan lebih banyak belajar, lebih banyak merasakan berbagai jenis emosi, dan menemui pengalaman-pengalaman yang sangat berharga bagi Anda kalau banyak terjadi perubahan dalam hidup, dan Anda bisa menyikapinya dengan benar dan bijaksana.

Apa kemalangan itu? dan apa kebahagiaan itu? Apakah kebahagiaan saya dan kebahagiaan Anda sama? apakah kemalangan selalu berkorelasi dengan penderitaan? Saya jawab sendiri : BELUM TENTU !.

Saya kemukakan sebuah cerita klasik China mengenai hal ini ( karena kapasitas memori internal saya terbatas, maka maafkan jika versi yang pernah Anda ketahui sedikit berbeda). Begini ceritanya, once upon a time in China ( mirip judul filmnya Jet Li ), hiduplah seorang laki-laki yang memiliki seekor kuda betina yang sudah dewasa, itu satu-satunya harta yang dia miliki. Suatu hari kuda betina itu lepas ke alam bebas dan berhari-hari tak kembali ke pemiliknya, si laki-laki miskin itu. Melihat hal itu, para tetangganya mengatakan bahwa laki-laki itu bernasib sangat malang, sang lelaki menjawabnya : belum tentu ! Ternyata benar, suatu hari pulang lah si kuda betina, tetapi tidak sendirian, kuda itu membawa empat ekor kuda jantan dari sabana yang mengikutinya dengan penuh nafsu binatang ( don’t mean to be rude, tapi memang hasrat seks kuda bisa kita sebut nafsu binatang bukan?). Mungkin kuda betina itu adalah kuda terseksi pada jamannya. Nah dengan begitu menjadi banyak lah kuda si laki-laki miskin itu. Maka para tetangganya bereaksi dengan mengatakan betapa beruntungnya laki-laki itu memperoleh empat kuda jantan dengan gratis dari alam bebas. Laki-laki menjawab : belum tentu, teman ! Benar saja, pada suatu sore saat laki-laki miskin sedang menunggangi kuda-kuda jantan itu, dia terjatuh dan patah kakinya ( no wonder, naik satu kuda aja susah, apalagi naik empat kuda bersamaan, hee...- pembaca yang kritis seharusnya menyadari kejanggalan cerita ini dari awal ).

Melihat hal itu, para tetangga bereaksi, mengatakan bahwa si laki-laki itu bernasib malang (sungguh tetangga yang tidak konsisten, tadi bilang beruntung,sekarang bilang malang dst). Tetapi laki-laki itu menjawab apa? Belum tentuuu...!! ( yap, seratus untuk Anda semua !!) Dan memang benar, suatu saat terjadilah perang besar di China dan hampir semua laki-laki dewasa yang berbadan sehat diharuskan ikut Wamil ( Wajib Militer ), kecuali si laki-laki miskin yang patah kaki ( kalau saya patah hati, halaah gak penting..) tersebut. Dia bebas wamil.Beberapa tetangga yang malas berperang tetapi tidak punya pilihan bilang betapa beruntungnya laki-laki itu. Dan lelaki itu bilang apa? Bilang belum tentuu oom...!! Hee...kali ini Anda salah pembaca, yang benar adalah laki-laki itu tersenyum dan bilang tentu saja saya beruntung dan keberuntungan saya akan lebih besar nantinya. Karena apa? Karena yang terjadi kemudian adalah : disebabkan kalah perang dan banyak laki-laki yang gugur di medan laga, maka pemerintah setempat membutuhkan laki-laki yang tersisa untuk ”take a holy responsibility for having sex” dengan banyak wanita dan janda kembang demi kepentingan negara!! Termasuk laki-laki tersebut. Ini yang dimaksud keberuntungan yang sebenar-benarnya. Saya pikir semua laki-laki akan berpendapat sama dengan saya,huehehe...

Dan selanjutnya terserah Anda bagaimana mengakhirinya, karena cerita ini bisa menjadi panjang sekali kalau saya yang bercerita, misalnya karena berhasil ”membuahi” banyak wanita dan berhasil melahirkan generasi baru di China, maka pemerintah memberikan award, kekayaan dsb kepada laki-laki tersebut, tetapi karena belum ada alat kontrasepsi pada jaman itu,maka laki-laki itu terkena PMS ( penyakit menular seksual ). Dan ”belum tentu – belum tentu” yang lainnya, misal : ternyata di China ditemukan sejenis jamur yang bisa menyembuhkan PMS, sehingga laki-laki itu gak jadi mati, kemudian dia menemukan cinta sejatinya, tapi kemudian cinta sejati itu kabur dengan laki-laki lain dengan membawa hartanya dsb dsb.

Stop.

Intinya, saya hanya ingin menyampaikan pesan moralnya bahwa : Apapun yang sedang dan telah terjadi terhadap hidup kita ( past present not simple continous tense) ini adalah suatu proses panjang yang terus bergerak, ini adalah dinamika kehidupan. Ini adalah hal yang wajar !! Anda belum bisa mengambil kesimpulan apapun. So, be strong my men !! C'est la Vie !! Beginilah hidup !!

Untuk mengakhiri postingan ini, mari kita simak lirik lagu Coldplay yang cukup menghibur kita. Judulnya Lost! (pakai tanda seru, kenapa? Gak tau, tanya aja Chris Martin kenapa lagu lost-nya memakai tanda seru).

” Just because I’m losing, doesn’t mean I’m lost”

“ Just because I’m hurting, doesn’t mean I’m hurt”

Dan saya yakin tidak ada siapa yang berniat menyakiti siapa, yang ada hanyalah sejuta kemungkinan yang selalu menanti di setiap detik hidup kita semua. Siapa saja. Tak terkecuali Beliau. Tak terkecuali Anda.

So long and good luck, Sir! We’ll miss you much !!

Senin, Maret 09, 2009

Long Road To Walk...

Hari ini, Minggu, 08 Maret 2009, adalah peringatan hari perempuan internasional. Berbagai acara dan demonstrasi terutama, digelar di berbagai kota di seluruh dunia termasuk Jakarta. Kali ini mereka (para demonstran perempuan) mengambil tema menggugat keterwakilan kaum perempuan dalam parlemen pada Pemilu 2009. Hal ini memang cukup mengusik karena dikhawatirkan dengan telah dibatalkannya pasal 214 UU No.10/2008 oleh Mahkamah Konstitusi, yang berisi tentang ketentuan nomor urut calon legislatif, maka keterwakilan setidaknya 30% suara perempuan di parlemen akan tidak dapat tercapai. Penentuan calon terpilih berdasarkan suara terbanyak dikhawatirkan akan dimanfaatkan oleh pihak-pihak dengan modal berlebih untuk melakukan pendekatan khusus kepada para pemilih agar suara mereka bisa terbeli.

Dalam kasus ini jelas kaum perempuan akan sulit mendapatkan tempat karena bisa dianggap mereka ”sudah tidak mendapatkan jatah” di parlemen apabila kesadaran masyarakat pemilih untuk mengutamakan memilih wakil rakyat yang terbiasa lebih banyak ”memakai kepekaan” dalam pengambilan keputusan-keputusan strategis kurang ada atau bahkan tidak ada samasekali. Semoga kekhawatiran ini tidak akan menjadi kenyataan. Bukannya saya tidak percaya dengan kaum sendiri, tetapi hanya para wakil rakyat berjenis kelamin laki-laki saja yang suka mangkir dari sidang, suka berkomentar ngawur, terlibat skandal moral, merokok dan baca koran di ruang sidang atau mungkin ”ketiduran” pas lagi rapat ( semalem habis begadang Pak?).

Ini hanya salah satu contoh perjuangan berat yang harus dihadapi kaum perempuan dalam memperjuangan pemenuhan hak-hak mereka dalam rangka persamaan ”perlakuan” (berasal dari kata dasar laku) dengan kaum laki-laki (kami sungguh tidak pernah bermasalah dengan hal itu). Masalah kesempatan kerja, jaminan kesehatan dan kesejahteraan sosial, pendidikan, pengakuan hak politik dsb masih menjadi isu berat yang harus terus diperjuangkan oleh para aktivis perempuan di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia (bersyukur akhirnya Arab Saudi yang terkenal ”kaku” terhadap kaum hawa telah menetapkan wanita pertama sebagai menteri pendidikan di negaranya – ini pertanda baik).

Indonesia adalah negara yang cukup disegani dalam hal demokrasi karena kaum perempuan cukup mendapatkan tempat di negara dengan penduduk mayoritas muslim ini, setidaknya itu kata Hillary Clinton (meski dalam Islam pun, kaum perempuan sudah dijamin hak-haknya – hanya intepretasi berlebih saja yang mengatakan kami membatasi gerak perempuan). Presiden kita pernah perempuan, menteri-menteri beberapa perempuan, sekitar 11% wakil rakyat sekarang perempuan dan untuk pertama kalinya dalam sejarah, pemimpin BUMN ada yang perempuan ( Direktur Utama Pertamina – Karen Agustiawan ). Khusus untuk Ibu Karen saya mendukung Anda dalam kasus dengar pendapat dengan DPR – EMS memang salah satu wakil rakyat yang tidak beradab, terlihat dari kata-kata kasarnya, sepertinya beliau selalu cabut dari sekolah pas ada pelajaran PMP dulu..,benar-benar payah!!( lho kok jadi saya yang emosi begini?).

Tetapi meski di tingkat atas kita bisa melihat perempuan bisa lebih mendapatkan tempat daripada di beberapa negara lain, kita juga harus tetap memasang mata kita pada banyak kasus di tingkat bawah yang masih ”memojokan” posisi kaum hawa yang seharusnya kita lindungi karena ketidakberdayaan mereka kerap dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Yang saya maksudkan di sini adalah woman trafficking atau perdagangan perempuan. Kasus yang sulit teratasi dari tahun ke tahun karena melibatkan jaringan mafia kelas kakap. Laporan UNICEF menyebutkan bahwa setiap tahun setidaknya ada lebih dari 100,000 perempuan dan anak-anak yang ”dijual” untuk tujuan commercial sexual exploitation (tidak tega saya menggunakan kata-kata dengan maksud yang sama dalam bahasa Indonesia). Baik di dalam negeri maupun diselundupkan ke luar Indonesia. Kurang ajar sekali para mafia itu.....

Singkatnya dengan peringatan hari perempuan internasional ini, saya berharap dan mengajak agar masyarakat pemilih lebih cerdas dan bijak dalam menentukan pilihan pada Pemilu Legislatif tanggal 9 April nanti. Relakan suara Anda untuk mendukung calon-calon wakil rakyat perempuan yang ”terlindas UU” di Pemilu mendatang, agar mereka tetap bisa mengisi setidaknya 30% suara rakyat di parlemen dan memperjuangkan nasib kaum mereka dengan lebih baik.

Saya pun berniat memberikan suara saya untuk mereka April mendatang. Bukan karena apa-apa, saya hanya suka saja dengan wajah segar salah satu calon legislatif perempuan yang terbawa-bawa angkot (sebagai salah satu media iklan kampanye), atau di spanduk-spanduk di pinggir jalan, huehee.......Setidaknya saya jujur :')

Rabu, Februari 18, 2009

Memahami Konsep Takdir

Ketika seseorang bertanya kepada Anda : “Apakah kamu percaya takdir?”, ”Sejauh mana kamu percaya takdir?”, ”Apakah pernah menyesali takdir?”, apa jawaban yang mungkin terlintas di pikiran Anda saat itu?

Sebagai orang yang beriman, Anda mungkin akan memberikan jawaban yang positif :”Ya, saya percaya dengan takdir”. Tapi apakah Anda benar-benar mengucapkannya dengan sepenuh hati? Sejauh mana Anda memahami kata-kata “percaya” itu?

Ketika saya menceritakan kegagalan saya dalam suatu hal kepada seseorang, maka dengan ringan dia akan mengatakan, “Itu sudah takdir Mas...”. Tetapi, kenapa jarang orang yang mengaitkan takdir dengan kesuksesan yang diraihnya? Apakah kalau saat ini Rupiah kembali terpuruk terhadap Dollar juga sebuah takdir? Kalau krisis ekonomi kembali mendera perikehidupan bangsa Indonesia dalam waktu dekat juga takdir? Putus cinta dengan calon istri atau suami juga takdir? Anda sedang berjalan terburu-buru kemudian menginjak kulit pisang dan jatuh hingga patah tulang adalah takdir juga?

Pertanyaan tentang takdir banyak dijawab dengan sekenanya, tanpa berpikir panjang, dan tanpa memahami bahwa apa yang diucapkan oleh seseorang mengenai takdir seharusnya diyakini sepenuhnya dan berasal hati yang terdalam.

Untuk meyakini takdir, Anda harus memahami dulu konsepnya. Sejauh mana takdir bisa mempengaruhi jalan hidup kita? Apakah takdir memang benar-benar kejam seperti kata Desi Ratnasari yang kemudian diprotes oleh MUI sehingga dikoreksilah syair lagu nya (dari ”takdir memang kejam tak mengenal perasaan” menjadi ”takdirku yang hilang” , bener gak tuh?). Apakah Anda benar-benar terikat ”kontrak mati” dengan apa yg biasa kita sebut takdir?

Kehidupan adalah murni rantai sebab dan akibat, suatu kejadian akan menyebabkan kejadian lain. Setiap akibat berawal dari suatu sebab dan akibat itu sendiri akan menjadi sebab dari kejadian yang lain. Demikian seterusnya. Anda percaya atau tidak percaya hukum alam akan berlangsung seperti itu. Tidak akan ada wilayah abu-abu.

Tapi siapakah sebenarnya yang menentukan takdir dalam kehidupan Anda?

Apabila takdir kita tuliskan dalam sebuah rumus, maka mungkin akan seperti ini:

F = (O + A) x t ,

dengan keterangan F = Fate (takdir), O = Opinion (pemikiran), A = Action (tindakan), dan t = time (waktu).

Takdir merupakan hasil paduan dari seluruh pemikiran dan tindakan kita dari waktu ke waktu, yang mencapai puncaknya pada detik ini, saat ini, sekarang ini. Sehingga takdir kita yang akan datang ditentukan oleh apa yang telah kita lakukan hingga saat ini, serta tindakan dan pemikiran kita hingga saat yang selanjutnya. Sejauh mana kita akan mengalir di masa depan nanti akan ditentukan oleh hasil dari keputusan kita sekarang dan keseluruhan akibat dari masa lampau.

Dalam bukunya, The Sufi Way to Self-Unfoldment, syekh Fadhala Haeri menggambarkan dengan baik tentang takdir ini. Beliau mencontohkan dengan analogi; misalkan saya sedang berada di sebuah rakit yang mengalir mengikuti arus sungai. Kecepatan gerakan rakit saya ditentukan oleh kecepatan arus sungai tersebut saat itu, katakanlah dua mil per jam. Saya berada di bawah kekuasaan sungai tersebut. Inilah kondisi saya saat ini. Ini adalah hasil dari tindakan masa lalu saya. Jadi, Anda dapat mengatakan bahwa nasib saya sudah ditentukan, bahwa tidak ada yang dapat kita lakukan , dan bahwa manusia tidak berdaya. Namun, kecepatan masa depan rakit saya didasarkan oleh kecepatan sungai saat ini, ditambah kecepatan yang dapat ditambahkan pada situasi itu, seperti dengan memasang motor tempel pada rakit tersebut. Jika saya dapat memasang mesin yang berkecepatan 10 mil per jam pada rakit tersebut,maka kecepatan rakit yang baru akan menjadi 12 mil per jam. Kecepatan yang baru berbeda dari dua mil per jam yang saya jalani ketika saya terapung di masa lalu, menjadi 12 mil per jam karena pemikiran dan tindakan saya untuk memasang motor tempel pada rakit tersebut.

Masa depan berada di tangan kita, dan akan ditentukan oleh tingkat keinginan kita untuk menjauh dari latar belakang atau lingkungan masa lalu kita, atau dari kecepatan yang kita jalani sekarang. Ia bukanlah situasi yang tak berdaya. Itulah konsep takdir.

Jadi, intinya ada pada pemikiran dan sikap kita. Dua orang bisa memiliki sikap yang berbeda terhadap satu hal yang sama. Baik dan buruk, kita sendiri yang menentukan.

Jadi Mas, kalau begitu Mas tidak percaya takdir?

Saya percaya bahwa saya adalah orang yang menentukan takdir saya sendiri.

“Do you believe in fate, Neo?”

“No. Because I don’t like the idea that I’m not in control of my life.”

( The Matrix )

Salam kudalumping !!

Senin, Februari 16, 2009

The Incumbent Employee


Tak terasa kita sudah di pertengahan bulan ke dua quarter pertama tahun 2009 (sebut saja bulan Februari, Mas..hee , acting). Menurut orang-orang yang pekerjaannya adalah memberi perhatian lebih pada masalah perekonomian (sebut saja ekonom, acting #2), tahun 2009 adalah tahun yang ”berat”.

Di samping masalah krisis global yang katanya bakal mencapai puncaknya, tahun 2009 juga merupakan tahun yang memiliki political risk yang cukup tinggi dengan adanya hajatan politik lima tahunan, yaitu Pemilihan Umum yang akan menentukan masa depan negara kita tercinta Indonesia.Semoga.

Sebagian kalangan (termasuk saya dari kalangan karyawan) merasa khawatir akan kelangsungan hidupnya. Hidup dalam artian bukan fisik-lawannya mati-tetapi yang menyangkut perikehidupan pribadinya. Yang investor khawatir akan return on investment–nya yang kemungkinan akan menurun dengan terdepresiasi-nya pertumbuhan ekonomi yang bisa mencapai level terendah ( setelah beberapa kali dikoreksi oleh pihak-pihak beraliran optimisme berlebih), yang politikus khawatir akan tergeser posisinya oleh calon-calon legislatif baru yang katanya lebih muda dan lebih ”segar”, dan kita sebagai pegawai tentu saja khawatir akan kelangsungan arus kas bulanan dari gaji yang selalu kita terima akan tersendat apabila tiba-tiba perusahaan berbaik hati dengan ”merumahkan” kita sebagai karyawannya. Catat, bukan dipecat atau di-PHK,hanya ”dirumahkan” saja. Sungguh bahasa politis yang sangat manusiawi.

Tidak akan selesai suatu permasalahan hanya dengan mencari siapa yang salah dan siapa yang bisa dijadikan kambing hitam. Tidak usahlah kita pedulikan apakah resesi global yang saat ini tengah mendera kita disebabkan karena ”underconsumption” ataukah ”overinvestment”? Yang jelas krisis telah terjadi, angka kemiskinan meningkat dengan melonjaknya pengangguran melalui PHK besar-besaran yang telah dilakukan perusahaan raksasa di berbagai industri di seluruh belahan dunia. Penting bagi kita untuk melakukan segala langkah yang perlu dilakukan untuk menghadapi kemungkinan-kemungkinan terburuk. Beruntung bagi saya yang bekerja pada perusahaan yang menjunjung tinggi nasib karyawannya dengan mempertahankan jumlah karyawan dalam kondisi yang sama seperti semula, meski di saat krisis. ”Merumahkan” adalah kata yang cukup sakral untuk diucapkan, apalagi direalisasi. Semoga.

Tapi bagaimana dengan nasib karyawan yang lain?

Satu-satunya cara untuk menghadapi kemungkinan terburuk dari PHK adalah membekali diri dengan mental juara. PHK tidak berarti kehidupan Anda tamat. Bahkan bisa juga sebaliknya, terbitnya fajar baru pada kehidupan pribadi Anda. Banyak dari mantan karyawan yang pernah ”dirumahkan” ternyata malah berhasil memiliki usaha sendiri yang sukses dan menjadi lebih makmur dibandingkan dengan kehidupannya dahulu ketika masih menjabat sebagai karyawan.

Beberapa tips yang mungkin bermanfaat bagi Anda untuk mencegah dan menghadapi PHK ( hanya orang-orang yang siap yang akan selamat ):

  1. Terus kembangkan kemampuan pribadi Anda sebagai karyawan dengan banyak belajar, eksplorasi sistem kerja Anda, dan mungkin juga mengikuti pelatihan-pelatihan di luar kantor agar Anda terlihat ”lebih berisi”.

Hal ini akan membuat perusahaan berpikir dua kali apabila berniat untuk ”merumahkan” Anda.

  1. Tanamkan keyakinan dan positif feeling yang tinggi dalam diri Anda bahwa apa pun yang akan terjadi Anda bisa mengatasinya. Hal ini diperlukan untuk menumbuhkan rasa optimisme dan sikap percaya diri yang tinggi apabila nantinya ternyata berita buruk itu menimpa Anda juga. Ingat ini bukan akhir dunia !!
  2. Tulis berbagai rencana cadangan pada kehidupan pribadi dan pekerjaan Anda untuk jangka waktu satu sampai lima tahun mendatang. Pelajari berbagai jenis usaha di luar kantor yang kira-kira cocok dengan minat Anda dan buat analisis yang cukup detail untuk pekerjaan itu.
4. Kembangkan networking.

Jejaring kerja/sosial yang kita bangun bisa menjadi tali penyelamat kita apabila nantinya kita tiba-tiba ”berhenti kerja”. Mungkin saja ada salah satu di antara teman Anda yg bisa menyediakan pekerjaan baru bagi Anda ketika Anda membutuhkannya.

  1. Perbanyak berdoa dan beramal.

Percayalah, faktor ”x” itu ada dan dengan beramal kemungkinan besar Anda akan semakin dicintai Tuhan sehingga kehidupan Anda akan semakin mudah.

Kalau dalam dunia politik kita mengenal ada yang dinamakan the incumbent; orang yang sedang memangku jabatan politik tertentu dan maju untuk beradu dalam pemilihan untuk jabatan yang sama, contohnya SBY sebagai the incumbent president, siap atau tidak dia akan menghadapi tantangan lawan politiknya, maka dalam dunia pekerjaan pun kita bisa memakai istilah the incumbent employee. Yaitu kita karyawan yang selalu siap untuk tantangan apa pun dan dari siapa pun. Ubahlah diri Anda mulai saat ini juga apabila Anda merasa tidak siap untuk ”dirumahkan”. Karena banyak orang yang berpikir bagaimana untuk mengubah dunia ini, tetapi hanya sedikit yang memikirkan bagaimana mengubah dirinya sendiri ( Leo Tolstoy).

Semangat !!

Minggu, Februari 15, 2009

New Kid On The Blog


“Step by step ow beibeh…really want you in my wooorld”, adalah penggalan lirik lagu Step By Step dari kelompok pioneer boys band di jagad musik dunia, NKOTB ( yg merasa angkatan 80’s pasti tahu kepanjangan dari singkatan ini ). Lagu ini terus mengalun pelan dari portable music player kreditan saya sebagai lagu yang menginspirasi dalam menulis postingan pembuka di blog ini – dazkudalumping.blogspot.com.

Why Blog?
Sulit membayangkan apa yang terjadi pada dunia andai saja sistem komunikasi data global atau yg kita kenal dengan nama “internet” tidak pernah ditemukan. Can’t imagine?
Berterimakasihlah kepada Uni Sovyet yang melalui peluncuran satelit Sputnik-nya pada 4 Oktober 1957 telah membuat Amerika Serikat ”gerah” dan berusaha keras untuk mengembangkan teknologi informasi mereka melalui banyak riset sejak dari tahun 60an hingga ditemukanlah apa yang saat ini kita kenal dengan nama internet. Teknologi ini sendiri baru dikembangkan secara pesat dan dikomersialkan pada awal era 90an, what a long gap from USSR’s succeed of Sputnik, hee....

Dari penemuan awal internet tersebut maka terbitlah fajar baru dalam dunia ilmu pengetahuan dan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan internet semua orang di mana pun di seluruh dunia bisa saling terhubung dan saling memberikan opini mereka tentang apa pun yang ada di pikiran mereka. Era baru kemerdekaan berpendapat telah dimulai. Internet means the opportunity of free communication and tool of liberation ( Nelson, Jennings, Stallman ).

Salah satu keberhasilan internet dalam memudahkan manusia untuk bebas berekspresi adalah ditemukannya teknologi web log atau yang biasa kita kenal dengan istilah ”blog”.
Blog adalah sebuah website yang dimaintain oleh individu yang berisi materi berupa tulisan, link atau foto yang diposting secara reguler dan dibuat dengan tampilan yang cukup sederhana. Blog dibuat untuk memenuhi kebutuhan pribadi.

Banyak orang yang telah ”tertolong” dengan kehadiran web log ini, mulai dari yang beban hidupnya jadi terasa lebih ringan dengan mencurahkan unek-unek dalam pikirannya ke dalam tulisan di halaman blog, muculnya komunitas-komunitas baru yang memiliki tujuan-tujuan mulia, sampai dengan tersalurkannya kreativitas jurnalisme dengan munculnya penulis-penulis baru dari jagad blogger yang bahkan beberapa karyanya sampai di”buku”kan dan juga di”film”kan.
Blog brings goodness to our lives.

Contents of My Blog

Sudah lama sebenarnya keinginan untuk “ngeblog” ini mengganggu tidur malam saya ( bagi yang mengenal saya pasti paham bahwa jam tidur saya tidak hanya malam hari saja, hee..), tapi baru berhasil tersalurkan setelah saya tiba-tiba ter-ilhami dengan pencerahan batin yang cukup dalam. Pencerahan-pencerahan itu di antaranya adalah kesadaran tentang tujuan hidup kita, ketidakabadian kita ( mortality sebagai pengganti kata kematian yang banyak orang hindari ), dan juga pencarian bekal perjalanan kita nanti di dunia afterlife.

Berat… so, kita skip aja dan inilah tujuan “ringan” saya : berbagi !!.
Apa pun akan saya bagi untuk Anda semua pengunjung setia blog saya, mulai dari masalah hidup saya, utang-utang saya dan masalah negara kita, pahit....dan tetap berat, asem !!hee... kidding :)

Apa yang akan saya ”share” kepada Anda adalah sedikit pengetahuan saya tentang apa pun yang saya pelajari di kehidupan saya, bisa menyangkut masalah jalan hidup (beberapa orang menyebutnya agama), masalah kehidupan sehari-hari (baik di kantor, di rumah maupun di masyarakat), hobby, masalah ipoleksosbudhankamnas (masih ingat pelajaran PPKn?), masalah psikologi, update perkembangan teknologi komunikasi, a lot of music, dan maybe sedikit tema filsafat juga akan saya tempatkan sebagai salah satu kontent di blog ini.

Karena isinya campur aduk gak keruan, maybe cocoknya blog ini dinamakan ”blog gado-gado”, tapi akan terlihat ”biasa”, atau mungkin ”blog es campur”, ini juga masih terdengar biasa saja, so tiba-tiba terlintas saja di benak saya untuk menamai blog ini dengan nama ” kudalumping”, alasannya? Tidak ada. Kepengen saja saya namai dengan nama kuda lumping ini. Ya kalau dipaksa untuk menjawab alasannya, maka akan saya berikan jawaban : kalau ternyata Anda menemukan bahwa perilaku saya di dunia nyata itu ”tidak sesuai” dengan apa yang saya tuliskan di blog ini, maka anggap saja saya menulisnya dalam keadaan ”trance” alias kesurupan. Seperti para pemain kuda lumping yang sanggup melampaui batasan fisik mereka pas lagi ”mendem” ( bahasa Jawa dari trance ). Tetapi pada akhirnya, setelah proses ritual ”mendem” ini selesai, saya akan kembali sadar tentang alasan eksistensi saya di dunia ini ( dan saya harap Anda pun akan segera menemukannya ), lalu kembali menjadi manusia normal yang sedang mencari jalan untuk kembali kepada Sumbernya.
Amiin......


Sekian pidato pembukaan peresmian blog ”kudalumping” saya ini, saya harap kesediaan Anda semua untuk rutin berkunjung dan mempererat tali silaturahim dengan saya, jangan bosan-bosan dengan saya juga, and akhirnya...enjoy my posts !!


  • just feel free to write any comment you want as long as dapat dipertanggungjawabkan :')

  • awalan daz pada kata kudalumping sengaja ditambahkan untuk membedakan nama blog saya dengan blog atau website lain yang bisa saja memakai nama yang sejenis. Daz diabsorb dari kata “das”, bahasa Jerman yang berarti “itu”.

    Jakarta, 15 February 2009


    Wahyu Sabdono
    blogger kudalumping